Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Menguak Momen Kunci di Balik Serangan AS ke Iran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 24 Maret 2026, 11:51 WIB
Menguak Momen Kunci di Balik Serangan AS ke Iran
Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Times Now)
rmol news logo Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata memberikan persetujuan akhir untuk operasi militer terhadap Iran setelah melakukan percakapan penting dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Sumber yang dikutip Reuters mengatakan, pembicaraan tersebut berlangsung kurang dari 48 jam sebelum operasi dimulai, dan disebut-sebut menjadi momen penentu yang mengubah arah kebijakan Washington. Dari situ, keputusan untuk melancarkan serangan akhirnya diambil.

Dalam diskusi itu, Netanyahu disebut mendorong Trump agar memanfaatkan peluang langka untuk menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sumber-sumber tersebut mengatakan, intelijen AS dan Israel saat itu mendeteksi bahwa Khamenei dan para pejabat tinggi Iran akan berkumpul di satu lokasi di Teheran. Kondisi ini dinilai membuka peluang untuk melakukan serangan langsung terhadap pucuk pimpinan Iran.

Meski jadwal pertemuan sempat berubah, Netanyahu tetap menekan agar operasi segera dilakukan. Ia bahkan menyebut kesempatan seperti ini mungkin tidak akan terulang, sekaligus mengaitkannya dengan dugaan upaya Iran untuk membunuh Trump pada 2024.

Menurut sumber yang sama, sebelum percakapan itu terjadi, Trump sebenarnya sudah menyetujui rencana operasi militer. Namun, ia belum menentukan waktu pelaksanaan. Panggilan dari Netanyahu disebut menjadi faktor penting yang memperkuat keputusan akhir Trump untuk melancarkan serangan.

Serangan tersebut akhirnya diperintahkan pada 27 Februari dalam operasi yang dinamakan “Operation Epic Fury”. Keesokan harinya, serangan dimulai dan pada malam hari Trump mengumumkan bahwa Khamenei telah tewas.

Gedung Putih menyatakan operasi ini bertujuan menghancurkan kemampuan militer Iran, termasuk program rudal balistik dan potensi pengembangan senjata nuklir. Trump sendiri menegaskan bahwa keputusan menyerang adalah murni keputusannya.

Meski demikian, laporan Reuters menekankan bahwa tidak ada bukti Netanyahu “memaksa” Trump untuk berperang. Namun, ia dinilai berhasil menjadi pihak yang sangat persuasif dalam memengaruhi cara pandang Trump terhadap operasi tersebut.

Sejumlah pejabat AS sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan ke Iran berisiko memicu konflik lebih luas. Hal itu terbukti dengan adanya serangan balasan Iran, korban jiwa dari kedua pihak, serta lonjakan harga minyak global.

Hingga kini, konflik masih berlangsung dan situasi di Timur Tengah semakin memanas, sementara masa depan politik Iran tetap belum pasti pasca kematian Khamenei. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA