Langkah tersebut diambil setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendorong negara-negara sekutu untuk bersama-sama membuka kembali jalur Selat Hormuz, menyusul aksi Iran yang diduga mengganggu pelayaran melalui ranjau laut, drone, dan rudal.
Dalam pernyataan resmi, Jumat, 20 Maret 2026, negara-negara tersebut menegaskan komitmen untuk memastikan jalur laut tetap terbuka bagi perdagangan global.
“Kami menyatakan kesediaan kami untuk berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan jalur aman melalui Selat tersebut. Kami menyambut baik komitmen negara-negara yang terlibat dalam perencanaan persiapan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari
AFP.
Mereka juga mendesak Iran untuk segera menghentikan penanaman ranjau laut, serta berbagai serangan terhadap kapal komersial.
Lebih jauh, mereka menilai bahwa gangguan terhadap jalur pelayaran internasional tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global.
“Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817, kami menekankan bahwa gangguan terhadap pelayaran internasional dan terganggunya rantai pasokan energi global merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” lanjut pernyataan tersebut.
BERITA TERKAIT: