Dalam pernyataan video pada Minggu, 2 Maret 2026, Starmer mengatakan AS akan memakai pangkalan Inggris untuk tujuan defensif yang spesifik dan terbatas guna menghancurkan rudal Iran di sumbernya.
Ia menekankan keputusan tersebut didasarkan pada prinsip collective self-defence demi melindungi sekutu dan warga Inggris, seraya menuding Iran menjalankan strategi bumi hangus.
“Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat," tegasnya, seperti dikutip dari
BBC.
AS diduga akan menggunakan RAF Fairford di Gloucestershire dan Diego Garcia di Samudra Hindia untuk melancarkan serangan terhadap lokasi rudal Iran.
Kedua pangkalan tersebut sebelumnya memang pernah digunakan AS untuk misi pengeboman jarak jauh
Meski demikian, pemerintah Inggris belum secara eksplisit menyatakan apakah mereka mendukung legalitas penuh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.
Serangan AS dan Israel ke Iran dimulai Sabtu dini hari, 28 Februari 2026 di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Iran kemudian membalas dengan menyerang aset dan negara-negara yang memiliki kehadiran militer AS di kawasan, termasuk Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak.
BERITA TERKAIT: