Serangan militer yang dilancarkan ke sejumlah target di Iran dibalas dengan tembakan rudal, memicu eskalasi konflik baru di kawasan. Situasi ini membuat wilayah udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain nyaris kosong dari lalu lintas pesawat.
Dikutip dari Reuters, sejumlah negara segera menutup ruang udaranya, termasuk Israel, Iran, Irak, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania. Data awal dari Cirium menunjukkan hampir 40 persen penerbangan menuju Israel dibatalkan pada hari itu, sementara sekitar 6,7 persen penerbangan di kawasan Timur Tengah secara umum juga dibatalkan.
Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota di kawasan Teluk, termasuk Doha di Qatar, yang menjadi lokasi pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah, serta Abu Dhabi dan Dubai di Uni Emirat Arab. Eskalasi ini meredupkan harapan tercapainya solusi diplomatik atas sengketa nuklir Iran dengan negara-negara Barat.
Timur Tengah merupakan jalur penerbangan strategis yang menghubungkan Eropa dan Asia. Sejak perang Rusia-Ukraina, kawasan ini menjadi semakin vital karena banyak maskapai menghindari wilayah udara Rusia dan Ukraina. Dengan konflik terbaru ini, maskapai kembali harus memutar rute, yang berarti waktu tempuh lebih lama dan biaya bahan bakar lebih tinggi.
Badan keselamatan penerbangan Uni Eropa, European Union Aviation Safety Agency (EASA), merekomendasikan agar maskapai Eropa tidak melintasi wilayah udara yang terdampak operasi militer.
Sejumlah maskapai besar langsung mengambil langkah antisipasi. British Airways membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga 3 Maret serta menghentikan sementara penerbangan ke Amman. Maskapai Jerman Lufthansa menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai pada akhir pekan serta menghentikan sementara rute Tel Aviv, Beirut, dan Oman hingga 7 Maret.
Air France dan Iberia juga membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Beirut. Maskapai bertarif rendah Wizz Air menghentikan penerbangan ke Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Dari kawasan Teluk, Emirates menyatakan sejumlah penerbangannya terdampak penutupan wilayah udara. Maskapai saudaranya, flydubai, menghentikan sementara operasional pada Sabtu. Qatar Airways dan Kuwait Airways juga menangguhkan penerbangan untuk sementara.
Selain itu, Turkish Airlines membatalkan sejumlah penerbangan ke destinasi Timur Tengah. Maskapai Belanda KLM, bagian dari grup Air France-KLM, turut mempercepat penghentian layanan Amsterdam-Tel Aviv dan membatalkan penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu. Sejumlah maskapai India, termasuk Air India, juga menghentikan penerbangan ke kawasan tersebut.
Pakar keamanan penerbangan menilai dampak terhadap industri aviasi bersifat langsung dan sangat dinamis. Jika situasi memburuk, tidak menutup kemungkinan akan terjadi evakuasi atau penutupan sementara bandara-bandara utama di kawasan Teluk, yang berpotensi mengganggu jalur transit internasional.
Dengan meningkatnya ketegangan dan penutupan wilayah udara di beberapa negara, penumpang dan maskapai diperkirakan masih akan menghadapi pembatalan serta pengalihan rute hingga kondisi keamanan di Timur Tengah benar-benar stabil.
BERITA TERKAIT: