Mengapa AS-Israel Luncurkan Serangan Gabungan ke Iran?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 28 Februari 2026, 20:52 WIB
Mengapa AS-Israel Luncurkan Serangan Gabungan ke Iran?
Suasana di Iran usai serangan Israel (Tangkapan layat RMOL dari siaran NBC News)
rmol news logo Situasi di Timur Tengah kembali memanas. Pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026 waktu setempat, Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran dengan alasan untuk menghilangkan “ancaman yang akan segera terjadi,” menurut Kementerian Luar Negeri Israel. 

Tak lama kemudian, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa operasi tempur besar telah dimulai dengan sasaran program rudal nuklir Teheran.

Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Iran. Berikut rangkuman fakta utama yang telah diketahui sejauh ini.

Serangan ini diluncurkan sehari setelah negosiasi antara Washington dan Teheran mengenai program pengayaan nuklir Iran berakhir di Jenewa tanpa terobosan.

Israel menamai operasi militernya melawan Iran dengan nama Lion’s Roar (Raungan Singa).  

Nama tersebut diputuskan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, setelah IDF memiliki nama internal yang berbeda untuk serangan tersebut. Nama operasi IDF terakhir yang menargetkan Iran, pada Juni 2025, adalah Rising Lion (Singa yang Bangkit). 


Pernyataan dari Pihak Israel


Kementerian Luar Negeri Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan untuk menghapus ancaman eksistensial terhadap negara itu.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menetapkan status darurat nasional. Wilayah udara Israel juga ditutup sementara, menurut Otoritas Bandara Israel.

Militer Israel, Israel Defense Forces, melaporkan bahwa sirene peringatan berbunyi di seluruh negeri sebagai langkah antisipasi kemungkinan serangan rudal dari Iran.

Dalam pidato kepada publik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan warganya bahwa hari-hari sulit akan datang. Ia juga menyatakan bahwa operasi militer gabungan dengan AS diharapkan dapat membuka jalan bagi perubahan kekuasaan di Republik Islam Iran.


Pernyataan dari Amerika Serikat


Presiden Donald Trump menyebut bahwa operasi tempur ini adalah memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir serta melindungi rakyat Amerika dari ancaman yang dianggap mendesak dari rezim Iran.

Trump juga mengklaim bahwa rudal Iran mengancam sekutu AS di Eropa dan berpotensi menjangkau wilayah Amerika Serikat. Ia menyerukan agar militer Iran menyerah dan mendorong rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan setelah operasi militer selesai.


Situasi Terkini di Iran

Ledakan dilaporkan terjadi di ibu kota Teheran, dengan asap tebal membumbung di atas kota, menurut kantor berita Tasnim News Agency.

Kantor berita Fars News Agency melaporkan ledakan juga terjadi di Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah.

Beberapa laporan menyebutkan; Tiga ledakan mengguncang pusat Teheran. Serangan rudal terjadi di wilayah utara dan timur Teheran. Gedung kepresidenan serta kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan menjadi sasaran. Sejumlah bangunan tempat tinggal di pusat kota Teheran hancur. Pemerintah Iran menutup wilayah udaranya.  Beberapa sekolah diperintahkan tutup dan beralih ke pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dilaporkan tidak mengalami luka dalam serangan tersebut.


Situasi di Israel

Militer Israel mencatat setidaknya dua peluncuran rudal dari Iran menuju wilayahnya. Media Iran menyebut puluhan rudal balistik telah diluncurkan ke arah Israel.

Sirene serangan udara terdengar di wilayah Israel tengah. Di Tel Aviv, tempat perlindungan bom umum dan ruang aman di gedung-gedung dibuka untuk warga sebagai langkah antisipasi.


Reaksi Dunia Internasional

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menuduh AS menggunakan negosiasi sebagai kedok sebelum melancarkan serangan.

Kedutaan Besar China di Teheran mengumumkan rencana evakuasi warganya dari Iran secepat mungkin.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam serangan AS dan Israel, serta mendesak United Nations dan International Atomic Energy Agency untuk segera memberikan penilaian atas dampak serius dari aksi militer tersebut. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA