Brende, yang juga mantan menteri luar negeri Norwegia dan menjabat sebagai presiden serta CEO WEF sejak 2017, mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis, 26 Februari 2026, waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Brende tidak menyebut nama Epstein. Ia hanya mengatakan bahwa setelah mempertimbangkan dengan saksama, ia memutuskan mundur demi kepentingan organisasi.
“Saya percaya sekarang adalah saat yang tepat bagi Forum untuk melanjutkan pekerjaan pentingnya tanpa gangguan,” ujarnya, dikutip dari
Al-Jazeera, Jumat 27 Februari 2026.
Pengunduran diri ini terjadi beberapa minggu setelah WEF meluncurkan penyelidikan independen atas hubungan Brende dengan Epstein. Berdasarkan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS, Brende diketahui menghadiri tiga makan malam bisnis bersama Epstein pada 2018-2019, serta melakukan komunikasi melalui email dan pesan singkat.
Epstein sendiri pernah divonis pada 2008 karena menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi dan menjalani hukuman sekitar satu tahun penjara. Ia kembali diselidiki pada 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur, sebelum akhirnya meninggal karena bunuh diri di tahanan pada tahun yang sama.
Brende menyatakan bahwa ia diperkenalkan kepada Epstein sebagai “investor Amerika” saat menghadiri makan malam di New York atas undangan mantan politisi Norwegia, Terje Rod-Larsen. Ia menegaskan bahwa makan malam dan beberapa pesan elektronik itu merupakan satu-satunya interaksinya dengan Epstein.
“Saya sama sekali tidak mengetahui masa lalu dan aktivitas kriminal Epstein,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia menyesal tidak melakukan pemeriksaan latar belakang lebih menyeluruh.
Ketua bersama WEF, Andre Hoffmann dan Larry Fink, menyatakan bahwa tinjauan independen telah selesai dan tidak menemukan kekhawatiran tambahan selain yang sudah diungkap sebelumnya. Untuk sementara, Alois Zwinggi ditunjuk sebagai presiden dan CEO interim, sementara dewan pengawas WEF akan memimpin proses pencarian pengganti tetap.
Kasus ini menambah daftar panjang tokoh politik, bisnis, dan bangsawan di berbagai negara yang terseret dampak dokumen Epstein. Sejumlah nama di Norwegia, Inggris, Prancis, dan Slovakia telah menghadapi penyelidikan, dakwaan, penangkapan, atau memilih mundur dari jabatan mereka setelah hubungan mereka dengan Epstein terungkap ke publik.
BERITA TERKAIT: