Summers, yang juga pernah menjabat Presiden Harvard menyampaikan pada Rabu, 25 Februari 2026, menyatakan akan berhenti mengajar di akhir tahun ajaran, menyusul peninjauan internal kampus atas dokumen yang dirilis pemerintah terkait kasus Epstein.
"Saya telah membuat keputusan sulit untuk pensiun dari jabatan profesor saya di Harvard pada akhir tahun ajaran ini," kata Summers, dikutip dari
CNBC, Kamis 26 Februari 2026.
"Saya akan selalu berterima kasih kepada ribuan mahasiswa dan kolega yang saya berkesempatan mengajar dan bekerja bersama sejak datang ke Harvard sebagai mahasiswa pascasarjana 50 tahun lalu," ujarnya
Juru bicara Harvard, Jason Newton, mengatakan Dekan Harvard Kennedy School telah menerima pengunduran diri Summers dari jabatan kepemimpinannya sebagai salah satu direktur pusat studi bisnis dan pemerintahan.
“Sehubungan dengan peninjauan yang sedang dilakukan Universitas terhadap dokumen-dokumen terkait Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dirilis pemerintah, Dekan telah menerima pengunduran diri Profesor Lawrence H. Summers dari posisi kepemimpinannya,” kata Newton.
Dokumen yang dipublikasikan tersebut merupakan bagian dari upaya transparansi atas jaringan relasi Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh di bidang politik, bisnis, dan budaya. Dalam berkas itu terungkap korespondensi intens antara Summers dan Epstein, termasuk email yang menunjukkan Summers pernah meminta nasihat pribadi kepada Epstein.
Meski demikian, Summers membantah melakukan pelanggaran hukum dan hingga kini tidak pernah didakwa dalam kasus pidana apa pun terkait Epstein. Namun sebelumnya, ia juga telah mengundurkan diri dari dewan perusahaan teknologi OpenAI setelah hubungan masa lalunya dengan Epstein kembali menjadi sorotan publik.
Kontroversi semakin meluas setelah laporan surat kabar mahasiswa The Harvard Crimson menyebutkan bahwa dalam draf wasiat Epstein tahun 2014, Summers tercantum sebagai pelaksana wasiat pengganti. Namun, juru bicara Summers membantah bahwa ia mengetahui penunjukan tersebut.
BERITA TERKAIT: