Kesepakatan tersebut memanfaatkan momentum penting kunjungan kenegaraan dan keterlibatan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Prancis.
Kolaborasi kakap ini akan berfokus pada pemetaan potensi area kerja sama, mulai dari studi bawah permukaan, perekahan multitahap (
multistage fracturing/MSF), pengembangan sumber daya nonkonvensional, hingga teknologi peningkatan perolehan minyak (
enhanced oil recovery/EOR).
Tak hanya itu, kedua perusahaan juga membidik efisiensi operasional lewat teknologi
Carbon Capture and Storage (CCS), pengembangan panas bumi, serta penerapan kecerdasan buatan (AI).
Wakil Direktur Utama & Deputy CEO PT Pertamina (Persero), Oki Muraza menegaskan, transfer dan kolaborasi teknologi ini menjadi kunci krusial dalam memperkokoh tameng ketahanan energi nasional.
"Pertamina terus memperkuat kemitraan dengan pemain teknologi global untuk mendorong inovasi yang dapat meningkatkan kinerja operasional, mendukung peningkatan produksi migas, serta mempercepat pengembangan solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan," kata Oki dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.
Melalui komitmen ini, Pertamina dan SLB sepakat untuk langsung tancap gas menerjemahkan poin-poin prioritas menjadi program konkret di lapangan. Langkah taktis ini diharapkan mampu menyokong target transisi energi sekaligus menjaga kedaulatan energi Indonesia.
BERITA TERKAIT: