Hal tersebut disampaikan Boroujerdi dalam acara peringatan Hari Nasional Republik Islam Iran sekaligus Peringatan ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa malam, 10 Februari 2026.
Boroujerdi menilai kepemimpinan Indonesia di forum HAM dunia memberikan momentum strategis bagi kedua negara untuk untuk memperkuat sinergi dalam memperjuangkan tatanan global yang lebih berimbang dan berkeadilan.
“Sejalan dengan itu, kepresidenan Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2026 semakin memperluas cakupan peluang kerja sama kedua negara di tingkat global dan internasional,” ujar Boroujerdi.
Ia menjelaskan, kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM juga dinilai memberi peluang besar bagi negara-negara independen untuk memperkuat posisi bersama dalam mendorong sistem internasional yang lebih adil.
Menurut Dubes, Indonesia memiliki peran penting dalam mempromosikan prinsip universalitas HAM tanpa diskriminasi.
“Peran ini memungkinkan Indonesia untuk lebih memajukan posisi prinsipnya yang tidak selektif, tidak memihak, dan universalitas,” lanjutnya.
Indonesia resmi dipercaya memimpin Dewan HAM PBB periode 2026. Kepemimpinan tersebut dijalankan Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro dengan mengusung tema “A Presidency for All”.
BERITA TERKAIT: