Posisi itu tertuang dalam Joint Communiqué yang diadopsi di Rabat, usai pertemuan antara Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Ekspatriat Maroko Nasser Bourita dan Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen, seperti dikutip, Senin, 2 Februari 2026.
Dalam komunike bersama itu ditegaskan bahwa Finlandia mendukung rencana otonomi Maroko sebagai fondasi yang baik untuk mencapai solusi politik yang definitif dan dapat diterima semua pihak.
"Finlandia mengulangi dukungannya terhadap rencana otonomi yang diajukan oleh Maroko, menganggapnya sebagai kontribusi yang serius dan kredibel terhadap proses politik yang dipimpin PBB dan dasar yang baik untuk mencapai solusi politik yang definitif dan saling diterima," demikian pernyataan tersebut.
Kedua menteri turut menyambut baik pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 (2025) sebagai bagian dari kerangka internasional dalam mendorong penyelesaian konflik.
Selain itu, Finlandia dan Maroko kembali menegaskan dukungan mereka terhadap upaya Sekretaris Jenderal PBB beserta Utusan Pribadinya dalam mendorong tercapainya solusi politik yang adil, langgeng, dan saling dapat diterima terkait isu Sahara Maroko.
BERITA TERKAIT: