Araghchi mengatakan Iran sudah dua kali bernegosiasi dengan AS namun justru berakhir dengan serangan.
“Kami tidak meminta gencatan senjata dan tidak melihat alasan untuk bernegosiasi dengan AS. Kami sudah dua kali bernegosiasi, dan setiap kali mereka menyerang kami di tengah negosiasi,” tegasnya dalam wawancara dengan NBC News, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
Karena pengalaman itu, Teheran menilai pembicaraan dengan Washington tidak lagi dapat dipercaya. Araghchi bahkan menegaskan Iran siap jika konflik meningkat ke operasi militer darat oleh Amerika Serikat.
Saat ditanya apakah Iran menunggu serangan pasukan darat AS, Araghchi menjawab singkat namun tegas.
“Ya. Kami yakin bisa menghadapi mereka. Itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” katanya.
Pernyataan Aragahchi mempertegas sikap keras Teheran di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Banyak pengamat menilai jika konflik benar-benar meluas ke perang darat, kawasan Timur Tengah bisa memasuki fase eskalasi yang jauh lebih berbahaya.
BERITA TERKAIT: