Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung bersama berbagai pemegang otoritas di Indonesia telah berkoordinasi dengan BRIN sejak awal pengembangan proyek tersebut.
Salah satu pembahasan utama adalah memastikan aspek keamanan data satelit agar tetap berada dalam kendali nasional.
"Yang jelas semua terkait dengan soal penyimpanan data dan lain sebagainya yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoritas. Insyaallah aman, moga-moga aman insyaallah," ujar Arif dalam pernyataan di Jakarta, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain menjamin keamanan data Lampung-1, Arif mengungkapkan BRIN tengah mempersiapkan peluncuran satelit buatan anak bangsa, BRIN Neo-1. Satelit yang diproduksi di fasilitas BRIN di Bogor itu dijadwalkan meluncur pada awal 2027.
Satelit Lampung-1 resmi diluncurkan dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong, China, pada Rabu, 5 Agustus 2026, menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites.
Satelit hiperspektral berbasis kecerdasan artifisial (AI) tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dengan perusahaan teknologi antariksa STAR.VISION Aerospace, Universitas Wuhan, serta mendapat dukungan penuh dari BRIN.
Dalam implementasinya, BRIN akan mengolah data yang dikirim Lampung-1 melalui tahapan kalibrasi, validasi kualitas, analisis, hingga penerjemahan menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Teknologi ini diprioritaskan untuk mendukung sektor pertanian, sekaligus pemantauan lingkungan, kawasan pesisir, mitigasi bencana, dan perencanaan pembangunan berbasis data di Provinsi Lampung.
BERITA TERKAIT: