Dalam sebuah pernyataan, partai Patriots of Senegal for Work, Ethics and Fraternity (PASTEF), partai pimpinan Sonko yang dibubarkan pihak berwenang pada Sebu (7/8), mengatakan Sonko telah dirawat di ruang gawat darurat di sebuah rumah sakit di ibu kota, Dakar.
"Pihak berwenang harus bertanggung jawab atas kesehatannya," kata juru bicara dan pengacara Sonko, Ciré Clédor L.
Seperti dikutip dari
Africa News, Sonko, yang berusia 49 tahun, memulai mogok makan pada tanggal 30 Juli, hanya dua hari setelah penangkapannya.
Sebagai calon presiden yang diumumkan pada Februari 2024, Sonko telah terlibat dalam pertempuran sengit dengan pihak berwenang sejak 2021, ketika ia terlibat dalam berbagai skandal, salah satunya skandal seksual yang ia klaim sebagai upaya politik untuk meruntuhkan karirnya.
Tuduhan tersebut telah memicu banyaknya aksi protes berdarah yang dilakukan masyarakat Senegal, karena Sonko merupakan sosok pemimpin oposisi yang terkenal di kalangan anak muda,
Aksi tersebut telah menimbulkan ketidakstabilan negara, yang membuat Sonko dijebloskan ke dalam sel atas sejumlah tuduhan, termasuk penyeruan pemberontakan, asosiasi kriminal terkait upaya terorisme, dan merusak keamanan negara.
Kini, kabar sakitnya pemimpin oposisi populer itu dikhawatirkan akan kembali memicu kemarahan masyarakat Senegal.
BERITA TERKAIT: