Seperti dimuat
Labourlist pada Senin (3/4), Serikat Pendidikan Nasional (NEU) menolak tawaran satu kali pembayaran intensif sebesar 1.000 pounds (Rp 18 juta) dan kenaikan gaji sekitar 4,3 persen dari pemerintah karena masih dianggap belum cukup.
"Tawaran pemerintah tidak dapat diterima. Tawaran itu tidak akan mampu menangani kekurangan guru di sekolah. Serikat pekerja meminta para menteri untuk membuka kembali negosiasi tentang gaji," kata sekretaris jenderal bersama NEU, Mary Bousted dan Kevin Courtney.
Atas keputusan tersebut, serikat guru telah menjadwalkan kembali aksi pemogokan massal, yang direncanakan pada tanggal 27 April hingga 2 Mei mendatang, sambil memastikan bahwa kelas ujian tidak akan terganggu.
Menanggapi penolakan dan aksi tersebut, Sekretaris Pendidikan Gillian Keegan mengatakan tawaran itu bersifat final karena telah diputuskan secara adil dan masuk akal oleh pemerintah. Ia pun memperingatkan bahwa pembayaran satu kali akan hilang jika guru menolak kesepakatan tersebut.
Sejak Januari lalu, Inggris terus bergejolak atas banyaknya aksi pemogokan massal yang meluas dari berbagai serikat pekerja, seperti pekerja medis, transportasi, dan guru.
Akan tetapi pemerintah tidak kunjung menyambut tuntutan yang diminta oleh para pekerja karena mereka mengaku tengah kesulitan menghadapi inflasi tinggi yang memicu tingginya beban negara dari harga-harga yang kian melonjak.
BERITA TERKAIT: