Pertempuran itu terjadi sampai Senin (3/4), karena pasukan junta memasuki desa dengan menghancurkan serta membakar rumah-rumah warga di enam desa Sagaing.
“Orang-orang melarikan diri dan hanya tersisa tujuh rumah di desa Hnaw Kan,†kata penduduk desa Hnaw, seraya menambahkan lebih dari 4 ribu orang tercatat mengungsi.
Dimuat RFA News, pasukan militer saat ini ditempatkan di beberapa wilayah itu untuk mengamankan enam desa Sagaing.
Sejauh ini junta belum mengeluarkan pernyataan tentang insiden tersebut dan juru bicara junta wilayah Sagaing Aye Hlaing belum membuka suaranya.
Menurut data kelompok penelitian independen untuk Myanmar, pada 19 Maret, sebanyak 2.656 rumah telah hancur akibat kebakaran di kotapraja Pale, wilayah Sagaing sejak militer berkuasa pada 2021 lalu, karena dianggap tanah tersebut milik negara.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: