Menyatakan kesiapan Riyadh untuk menjadi penengah, Pangeran Faisal juga mengatakan kerajaan mendukung upaya internasional untuk menemukan solusi politik demi penyelesaian konflik.
“Saya menegaskan kepada Yang Mulia Menteri Luar Negeri Rusia kesiapan Kerajaan untuk mengerahkan semua upaya untuk menengahi para pihak,†katanya, seperti dikutip dari
AFP.
Lavrov, sementara itu, mengapresiasi Arab Saudi dan negara-negara lain yang telah memainkan peran penting dalam mengatur pertukaran tahanan dengan Ukraina.
September tahun lalu Rusia membebaskan 10 tawanan perang yang ditangkap di Ukraina setelah upaya mediasi diplomatik oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
“Kami sedang berdialog dengan semua mitra, termasuk Washington, mengenai masalah internasional dan Arab Saudi memfasilitasi pertukaran tawanan perang dengan Ukraina,†kata Pangeran Faisal.
Arab Saudi mempertahankan hubungan yang kuat dengan Kyiv dan Moskow. Pada bulan Oktober, kerajaan menjanjikan $400 juta bantuan kemanusiaan ke Ukraina, yang menurut pemerintah Saudi adalah untuk meringankan penderitaan warga Ukraina.
Kunjungan Pangeran Faisal ke Moskow terjadi dua minggu setelah perjalanan ke Kyiv di mana dia bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan mengadakan konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.
Selama diskusi dengan Lavrov, Pangeran Faisal juga mengatakan Arab Saudi berkoordinasi erat dengan Rusia di pasar energi dan berkomitmen pada kesepakatan OPEC+ antara anggota OPEC dan sekutu.
BERITA TERKAIT: