Melalui tulisannya di Telegram pada Minggu (11/12), Medvedev yang saat ini merupakan wakil kepala Dewan Keamanan Rusia mengatakan senjata itu akan dihasilkan menggunakan cara-cara baru.
“Kami meningkatkan produksi alat penghancur yang paling kuat. Termasuk yang berdasarkan prinsip baru,†ujarnya seperti dimuat
The Moskow Times.
Medvedev menyebut musuh Rusia kini bukan hanya Ukraina, melainkan juga sekutunya di beberapa negara Eropa yang ikut mendukung musuhnya dalam perang.
“Di Eropa, Amerika Utara, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan banyak tempat lain yang berjanji setia kepada Nazi," jelas Medvedev, merujuk pada Ukraina.
Meski begitu, Medvedev tidak merinci secara spesifik senjata apa saja yang sedang ditingkatkan produksinya.
Dukungan persenjataan Barat ke Ukraina, telah memancing potensi serangan nuklir yang mungkin saja diluncurkan oleh militer Rusia.
Sebab, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (9/12) mengatakan ia dapat saja mengubah doktrin militernya dan mengirim seragan pendahuluan untuk melucuti senjata musuh.
Perkataan Putin, disinyalir merujuk pada serangan nuklir yang banyak ditakuti oleh sekutu Kyiv dan negara lainnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: