Melalui pernyataannya di media sosial, Trump menilai Starmer telah gagal menangani dua isu penting, yakni imigrasi dan kebijakan energi. Ia juga menyebut bahwa Starmer akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri.
"Keir Starmer akan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris. Ia gagal total dalam dua isu yang sangat penting, yaitu imigrasi dan energi (bukalah kembali eksplorasi minyak di Laut Utara). Saya mendoakan yang terbaik untuknya," tulis Trump di Truth Social, dikutip Senin, 22 Juni 2026.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat spekulasi yang sebelumnya beredar di Inggris mengenai masa depan kepemimpinan Starmer. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Inggris terkait rencana pengunduran dirinya.
Spekulasi tersebut mencuat setelah surat kabar Britain's Observer melaporkan bahwa Starmer diperkirakan akan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin, waktu Inggris, sekaligus menetapkan jadwal kepergiannya.
Laporan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan di internal Partai Buruh Inggris. Sejumlah anggota parlemen dilaporkan mulai mendesak adanya perubahan kepemimpinan karena ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan yang terus menumpuk dalam beberapa bulan terakhir.
Posisi Starmer juga disebut semakin tertekan setelah rival internalnya, Andy Burnham, meraih kemenangan politik yang membuka peluang munculnya penantang baru di tubuh Partai Buruh.
Meski demikian, pemerintah Inggris membantah kabar bahwa Starmer akan segera mundur. Starmer sendiri sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan dan melanjutkan tugasnya sebagai perdana menteri di tengah berbagai tekanan politik yang sedang dihadapi.
Sejumlah nama pun mulai disebut sebagai kandidat potensial apabila terjadi pergantian kepemimpinan, di antaranya Wes Streeting dan Rachel Reeves. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah isu pengunduran diri tersebut benar-benar akan menjadi kenyataan.
BERITA TERKAIT: