Aturan itu tercantum dalam dekrit yang ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti dimuat
AFP, Sabtu (27/8).
Hingga saat ini, warga Ukraina hanya bisa tinggal di Rusia maksimal 90 hari dalam jangka waktu 180 hari. Untuk tinggal lebih lama atau bekerja, seseorang harus mendapatkan izin khusus atau izin kerja.
Namun dengan adanya dekrit dari Putin, warga Ukraina dan orang-orang dari Donbas dapat bekerja di Rusia tanpa izin dan tanpa batas waktu.
Kendati begitu, agar memenuhi syarat, pelamar harus diambil sidik jarinya, difoto dan menjalani tes untuk obat-obatan dan penyakit menular apa pun.
Dekrit itu juga melarang deportasi warga Ukraina, kecuali mereka yang dibebaskan dari penjara atau mereka yang dianggap mengancam keamanan Rusia.
Dalam dekrit lain, Putin memerintahkan agar warga Ukraina yang rentan bisa mendapat bantuan sosial. Mereka termasuk pensiunan, wanita cacat atau hamil, yang meninggalkan Ukraina karena serangan Rusia.
Menurut Moskow, sebanyak 3,6 juta warga Ukraina, termasuk 587 ribu anak-anak, telah memasuki Rusia sejak dimulainya serangan pada 24 Februari lalu.
Pada Juli, Kremlin mempermudah warga Ukraina untuk menerima kewarganegaraan Rusia. Hal itu langsung dikecam oleh Ukraina.
BERITA TERKAIT: