KAI menegaskan seluruh biaya tersebut akan ditanggung penuh oleh asuransi dan perusahaan.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Sementara itu, dari penumpang KRL, tercatat 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka yang kini tengah menjalani perawatan medis.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI menegaskan akan memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga terdampak, termasuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Proses evakuasi disebut masih berlangsung lantaran masih terdapat korban selamat yang membutuhkan penanganan secara hati-hati.
Selain itu, KAI juga telah menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang. Adapun perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka cita sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden tersebut.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
KAI juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut untuk menghubungi Contact Center KAI 121 atau melalui kanal resmi perusahaan.
BERITA TERKAIT: