Untuk Investigasi, Israel Minta Palestina Serahkan Peluru yang Membunuh Jurnalis Al Jazeera

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 12 Mei 2022, 09:31 WIB
Untuk Investigasi, Israel Minta Palestina Serahkan Peluru yang Membunuh Jurnalis Al Jazeera
Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz/Net
rmol news logo Israel meminta Palestina untuk menyerahkan peluru yang mengenai dan membunuh jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, selama serangan militer di daerah Jenin, Tepi Barat pada Rabu (11/5) untuk investigasi forensik.

Berbicara kepada wartawan pada Rabu malam, Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan belum diketahui penyebab langsung kematiaan Abu Akleh. Tetapi pihaknya tengah melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

"Saat ini kami tidak memiliki cara untuk melakukan penyelidikan forensik penuh. Jadi kami meminta orang-orang Palestina untuk memberi kami kepala peluru yang mereka temukan," kata Gantz, seperti dikutip The Algemeiner.

Berdasarkan otopsi yang dilakukan Otoritas Palestina, Abu Akleh meninggal karena luka tembak di kepala.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Aviv Kochavi mengatakan telah menunjuk tim khusus untuk menyelidiki insiden tersebut dan mengungkap kebenaran, termasuk kemungkinan tembakan yang menyebabkan kematian Abu Akleh berasal dari militan Palestina.

Gantz juga menyebut temuan Abu Akleh ditembak oleh militan Palestina adalah hal yang masuk akal, mengingat saat kejadian pasukan Israel tengah terlibat baku tembak dengan militan di Jenin.

Israel mengatakan pihaknya menawarkan untuk melakukan penyelidikan bersama dengan pihak berwenang Palestina untuk menentukan fakta penembakan itu. Tetapi proposal itu ditolak oleh Perdana Menteri Naftali Bennett.

Abu Akleh meninggal dunia ketika melakukan liputan sedangan Israel di Jenin. Ia dan seorang wartawan Palestina terkena tembakan pasukan Israel. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA