Dalam pernyataan pada Sabtu (2/4), WHO mengatakan pihaknya telah menangguhkan pasokan Covaxin melalui badan-badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setelah melakukan inspeksi.
WHO juga meminta negara-negara yang telah menerima Covaxin untuk mengambil "tindakan yang tepat". Meski tidak dirinci apa "tindakan yang tepat" yang dimaksud.
Meski begitu, dikutip
Reuters, WHO mengatakan Covaxin tetap efektif dan tidak ada masalah keamanan.
Penangguhan sendiri tampaknya sebagai tanggapan atas hasil pemeriksaan daftar penggunaan darurat (EUL) WHO yang dilakukan pada 14-20 Maret.
Bharat Biotech dikatakan telah menyampaikan komitmen untuk menangguhkan produksi Covaxin yang diekspor. Hal itu akan mengakibatkan terhentinya pasokan Covaxin.
Penurunan produksi vaksin sendiri dilakukan lantaran permintaan yang turun karena infeksi yang rendah dan cakupan vaksinasi di dalam negeri yang semakin luas.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: