Pemerintah Georgia melakukan hal yang benar dengan tidak menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia sebagai tanggapan atas konflik di Ukraina. Begitu menurut jajak pendapat yang dirilis lembaga opini publik GORBI yang berbasis di Tbilisi, seperti dikutip dari
RT, Senin (21/3).
Menurut survei tersebut 64,5 persen responden mengatakan mereka tidak mendukung negaranya menjatuhkan Sanksi, dan lebih dari 30 persen tidak setuju dengan strategi yang dipilih, serta hampir 5 persen menolak untuk menjawab pertanyaan.
Selama jajak pendapat, yang dilakukan dari 10 Maret hingga 16 Maret, 1.008 responden diwawancarai melalui telepon.
Sebelumnya, Perdana Menteri Irakli Garibashvili, yang mewakili partai Georgian Dream yang berkuasa, menyatakan bahwa sanksi anti-Rusia bertentangan dengan kepentingan nasional Tbilisi.
“Tentu saja, kami menyadari tindakan mitra internasional kami setelah pecahnya permusuhan di Ukraina �" maksud saya sanksi ekonomi dan keuangan," kata Garibashvili pada 25 Februari, sehari setelah Kremlin meluncurkan operasi militernya di Ukraina.
"Dan saya ingin dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa Georgia tidak akan berpartisipasi dalam sanksi ini, karena ini hanya akan sangat merugikan negara dan penduduk kita,†lanjutnya.
Georgia adalah sebuah negara di Eropa Timur. Bekas republik di Uni Soviet ini berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Turki dan Armenia di sebelah selatan, serta Azerbaijan di sebelah tenggara.
BERITA TERKAIT: