Pasukan Rusia pada Jumat pagi (4/3) melakukan serangkaian penembakan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, memicu kekhawatiran luas tentang keamanan infrastruktur atom Ukraina.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson segera melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia mengatakan akan segera melakukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dalam upaya untuk gencatan senjata.
Downing Street menyebut situasi di Zaporizhzhia "sangat memprihatinkan".
Juru bicara pabrik tersebut Andriy Tuz mengatakan kepada televisi Ukraina bahwa peluru jatuh langsung ke pabrik Zaporizhzhia dan telah membakar salah satu dari enam reaktor fasilitas tersebut. Petugas pemadam kebakaran tidak bisa mendekati api karena mereka ditembak, kata Tuz.
Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kebakaran tersebut tidak menyebabkan perubahan tingkat radiasi pabrik. Penembakan atau kebakaran juga tidak menyebabkan kerusakan pada peralatan "penting".
Namun begitu, baik Boris maupun Zelensky mengecam keras tindakan Rusia itu dan sepakat bahwa Rusia harus bertanggung jawab atas langkahnya. Kedua pemimpin juga menekankan agar Rusia segera menghentikan serangannya.
“Perdana Menteri mengatakan tindakan sembrono Presiden Putin sekarang dapat secara langsung mengancam keselamatan seluruh Eropa. Dia mengatakan Inggris akan melakukan apa saja untuk memastikan situasi tidak memburuk lebih lanjut, isi pernyataan kantor Perdana Menteri Inggris, seperti dikutip dari
Sky News. Presiden AS Joe Biden juga segera menghubungi Zelensky terkait kebakaran itu, seperti dikatakan Gedung Putih. Selama percakapan, Biden juga mengutuk keras tindakan pasukan Rusia dan dan mendesak Putin untuk menghentikan serangan.
Biden juga menerima pembaruan tentang situasi dari wakil sekretaris Departemen Energi AS untuk keamanan nuklir, kata Gedung Putin.
BERITA TERKAIT: