Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (27/2), pengusaha bijih besi itu mengatakan perusahaannya, Squadron Energy, telah mengakuisisi proyek Clark Creek dua tahap, pengembangan pembangkit listrik tenaga angin, surya dan baterai.
"Kami berinvestasi di Clarke Creek tidak hanya untuk memanfaatkan energi terbarukan dari angin dan matahari untuk memberi energi pada rumah kami, pabrik kami, dan kota kami, tetapi sebagai langkah penting untuk memutus ketergantungan kami pada bahan bakar fosil," kata Forrest, seperti dikutip
Reuters.
Forrest mengatakan dia ingin mengubah Fortescue Metals Group Ltd, di mana dia adalah ketuanya, menjadi grup energi hijau terbesar di dunia.
Tahap pertama dari proyek Clarke Wind diperkirakan akan beroperasi penuh pada tahun 2024. Tahap kedua dapat mulai beroperasi pada tahun 2026.
Ketika selesai, proyek tersebut dapat menghasilkan energi angin, matahari, dan baterai yang cukup untuk memberi daya pada lebih dari 660.000 rumah atau 40 persen rumah tangga Queensland.
BERITA TERKAIT: