Kedua pemimpin itu menekankan lagi bahwa pentingnya dialog diplomatik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Para pemimpin sepakat bahwa kejengkelan bukanlah kepentingan siapa pun. Perdana Menteri menekankan pentingnya dialog dan diplomasi, dan perlunya melibatkan Ukraina dalam pembicaraan," kata juru bicara Downing Street, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3/2).
Perdana Menteri Inggris menyatakan keprihatinannya yang mendalam tentang aktivitas permusuhan Rusia saat ini di perbatasan Ukraina.
"Dia menekankan perlunya menemukan jalan ke depan yang menghormati integritas teritorial Ukraina dan hak untuk membela diri. Perdana Menteri menekankan bahwa setiap serangan Rusia lebih lanjut ke dalam Wilayah Ukraina akan menjadi kesalahan perhitungan yang tragis," kata siaran pers kantor Perdana Menteri.
"Perdana Menteri menggarisbawahi bahwa, di bawah kebijakan pintu terbuka NATO, semua negara demokrasi Eropa memiliki hak untuk bercita-cita menjadi anggota NATO. Hak ini sepenuhnya berlaku untuk Ukraina. Dia juga menegaskan kembali bahwa NATO adalah aliansi defensif," tambahnya.
BERITA TERKAIT: