Korut Uji Coba Rudal Lagi, Pakar: Kim Jong Un Ingin Mengirim Pesan Pada Dunia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 30 Januari 2022, 10:12 WIB
Korut Uji Coba Rudal Lagi, Pakar: Kim Jong Un Ingin Mengirim Pesan Pada Dunia
Ilustrasi/Net
rmol news logo Korea Utara sekali lagi meluncurkan rudal balistik menuju lepas pantai timurnya.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyebut rudal diluncurkan dari Provinsi Jagang pada Minggu (30/1) pukul 7.52 pagi waktu setempat, seperti dimuat Reuters.

Provinsi Jagang adalah lokasi dari dua peluncuran yang dilakukan Korea Utara bulan ini.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan  jika proyektil yang diluncurka adalah rudal balistik standar, diperkirakan mencapai ketinggian 2.000 km dan terbang selama 30 menit hingga jarak 800 km.

Itu merupakan peluncuran rudal ketujuh kalinya yang dilakukan oleh Korea Utara sejak awal tahun.

Para analis menyebut, Korea Utara melakukan uji coba terbesarnya sejak 2017, ketika Pyongyang menguji rudal balistik antarbenua (ICBM).

Pakar rudal mengatakan data tersebut juga dapat menunjukkan uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) seperti Hwasong-12, yang terakhir diuji pada tahun 2017. IRBM biasanya memiliki jangkauan 600 hingga 3.500 mil, sementara ICBM memiliki jangkauan melebihi 3.500 mil.

“Terlepas dari apakah itu IRBM atau ICBM, ini adalah semacam rudal strategis dan jelas tidak sama dengan tes sebelumnya dalam seri uji Januari 2022 hingga saat ini,” kata profesor di Pusat Studi Nonproliferasi, George William Herbert.

Menurut profesor di Universitas Ewha, Leif-Eric Easley, uji coba tampaknya bertujuan untuk memodernisasi militer Korea Utara, dan mengirimkan pesan bahwa Pyongyang memiliki kekuatan di tengah krisis ekonomi.

"Rezim Kim (Jong Un) mendengar diskusi eksternal tentang kelemahan domestiknya dan melihat kekuatan Korea Selatan yang tumbuh. Jadi (peluncuran) itu ingin mengingatkan Washington dan Seoul bahwa mencoba menggulingkan Korea Utara akan terlalu mahal," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA