Dari laporan
The Straits Times, perairan lepas pantai India diisi dengan banyak kapal-kapal militer. Itu merupakan jumlah kapal terbanyak yang pernah dikerahkan oleh India sejak Perang Dunia II.
Diperkirakan ada sekitar 125 kapal angkatan laut asing berada di Samudra Hindia pada waktu tertentu, kira-kira tiga kali lipat jumlah yang dikerahkan setelah serangan teroris 11 September ketika AS menginvasi Afghanistan.
Pejabat India mengatakan pihaknya yakin dapat mengelola ancaman untuk saat ini. Tapi dengan kurangnya dana, maka sulit bagi India mengimbangi China dan negara-negara lain.
Sebagian besar kapal selam India berusia sekitar dua dekade. India berusaha untuk menambah kapal induk ketiga dan berencana meningkatkan armada kapal perangnya menjadi 200 unit.
Saat ini India memiliki sekitar 130 kapal perang, kira-kira sepertiga dari armada Angkatan Laut China yang terdiri dari 350 kapal dan kapal selam.
Berdasarkan presentasi rencana tahunan di parlemen, Perdana Menteri Narendra Mobi mengatakan anggaran angkatan laut akan menjadi fokus.
Profesor di S. Rajaratnam School of International Studeis, Anit Mukherjee mengatakan, pengembangan angkatan laut bagi India menjadi penting dengan pertumbuhan militer China.
“Seiring waktu karena kawasan itu semakin termiliterisasi, ketegangan di kawasan itu pasti akan meningkat. Solusi bagi India adalah mengembangkan angkatan laut jika ingin mengatasi kebutuhan diplomatik dan strategis yang berkembang," jelasnya.
Kapal perang China telah hadir di Samudra Hindia sejak 2008, dan India terus mengawasi tiga hingga delapan dari mereka yang terus berpatroli.
India telah mengerahkan kapal perang secara permanen di lima titik Samudra Hindia, yang membentang dari Teluk Aden di barat hingga Selat Malaka di timur.
BERITA TERKAIT: