Kapten HMNZS Aotearoa, Simon Griffiths mengatakan, mereka membawa 250 ribu liter air, dan memiliki kapasitas untuk memproduksi 70 ribu liter air per hari, serta pasokan lainnya.
"Untuk orang-orang Tonga, kami sedang di jalan dengan banyak air," ujar Griffiths, seperti dikutip
AFP.
Kementerian Luar Negeri Selandia Baru mengatakan, pemerintah Tonga setelah menyetujui kedatangan HMNZS Aotearoa dan Wellington ke sana.
Setelah dihantam letusan gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai, disusul tsunami pada pekan lalu, ratusan rumah di Tonga hancur. Sedikitnya tiga orang juga dinyatakan meninggal dunia.
Bandara diselimuti debu vulkanik. Sementara komunikasi terhambat karena putusnya jaringan kabel di bawah laut.
Tonga mengatakan persediaan airnya telah terkontaminasi oleh abu.
Palang Merah mengatakan timnya di Tonga mendistribusikan air minum ke seluruh pulau di mana air asin dari tsunami dan abu vulkanik mencemari air bersih.
Kepala ilmuwan di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, James Garvin mengatakan, kekuatan letusan dari gunung berapi Tonga diperkirakan setara dengan 5-10 megaton TNT, kekuatan ledakan lebih dari 500 kali bom nuklir yang dijatuhkan oleh AS di Hiroshima, Jepang pada akhir Perang Dunia II.
BERITA TERKAIT: