Pendemo Terus Mengamuk, Presiden Kazakhstan Minta Bantuan CSTO dan Turunkan Pasukan Anti-Teror

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 06 Januari 2022, 07:42 WIB
Pendemo Terus Mengamuk, Presiden Kazakhstan Minta Bantuan CSTO dan Turunkan Pasukan Anti-Teror
Aparat berhadil mengamankan Bandara Almaty yang nyaris dirusak pengunjuk rasa atas kerusuhan Kazakhstan/Net
rmol news logo Operasi kontra-teror khusus telah diturunkan di Almaty yang dalam beberapa hari pecah oleh kerusuhan brutal.

Pusat informasi kantor komandan kota mengatakan, sampai Rabu (5/1) malam, pengrusakan dan penjarahan masih terus berlanjut.

"Operasi kontra-teror khusus telah diluncurkan di kota untuk menegakkan ketertiban," kata pernyataan kantor itu, seperti dikutip dari Sputnik.

Kantor komandan juga meminta warga Almaty "untuk tetap tenang dan memberikan bantuan kepada lembaga penegak hukum dalam membangun ketertiban Konstitusi dan keamanan publik."

"Pendukung kerusuhan yang berpikiran radikal telah menyebabkan kerusakan besar di kota, melakukan perlawanan terhadap tindakan sah dari lembaga penegak hukum untuk menegakkan ketertiban dan memberikan keamanan," isi dari pernyataan kantor itu.

Para perusuh telah menciptakan ancaman dan kengerian. "Mereka membahayakan kehidupan dan kesehatan warga sipil, menghalangi pekerjaan para pekerja medis dan menyebabkan kerusakan pada poliklinik dan rumah sakit," kata kantor itu.

Gerakan pengunjuk rasa sangat terorganisir, yang merupakan bukti bahwa mereka dilatih secara serius. Serangan pendemo ke Kazakhstan adalah tindakan agresi dan upaya untuk mengganggu integritas negara.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev juga telah meminta bantuan kepala Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, sebuah blok keamanan pasca-Soviet, untuk memerangi ancaman teroris di negaranya yang diamuk massa pendemo.

"Hari ini, saya telah meminta kepala CSTO untuk memberikan bantuan kepada Kazakhstan dalam mengatasi ancaman teroris ini. Sebenarnya, ini bukan ancaman tetapi ini merusak integritas negara dan yang paling penting - ini adalah serangan terhadap warga negara kita, yang minta saya sebagai kepala negara untuk segera membantu mereka," kata Tokayev dalam sebuah pertemuan yang dilaporkan saluran TV Habar-24.

Protes telah berkecamuk di Kazakhstan selama empat hari berturut-turut.

Pada Minggu (2/1) massa turun ke jalan di Kota Zhanaozen dan Aktau di wilayah Mangistau di barat daya negara itu, memprotes kenaikan harga bahan bakar.

Dua hari kemudian, kerusuhan meletus di Almaty (di tenggara negara itu) di mana polisi menggunakan granat kejut untuk membubarkan massa dan juga di kota-kota lain, khususnya, di Atyrau dan Aktobe (di barat), Uralsk (di barat laut), Taraz, Shymkent dan Kyzylorda (di selatan), Karaganda (di timur laut) dan bahkan di ibu kota Nur-Sultan.

Tokayev sebelumnya menyatakan keadaan darurat di wilayah Mangistau dan Almaty dan juga di Almaty dan Nur-Sultan selama dua minggu. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA