Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut muhasabah sesungguhnya tidak harus menunggu akhir tahun. Akan lebih baik lagi jika senantiasa melakukan muhasabah setiap saat.
"Sesungguhnya setiap waktu adalah muhasabah, setiap waktu bisa menjadi akhir kehidupan karena kita tidak tahu kapan datangnya ajal dan peristiwa tentang ajal itu luar biasa," ujarnya lewat keterangan resmi, Kamis, 1 Januari 2026.
Sebagaimana masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tentunya tidak menyangka dengan bencana besar yang belum lama terjadi. Bencana yang dampaknya jauh lebih luas dibanding Tsunami Aceh 2004.
Dalam konteks muhasabah, penting untuk bermuhasabah sudah sejauh mana kondisi dakwah dan politik ini dimaksimalkan untuk kemaslahatan masyarakat.
Menurut Hidayat, tahun 2026 yang akan dihadapi merupakan bagian dari kelanjutan apa yang sudah ditanam pada tahun-tahun sebelumnya. Apabila yang ditanam adalah hal baik, maka akan baik juga yang dipanen nantinya.
Dalam konteks dakwah dan politik, Hidayat menilai bahwa Indonesia sudah cukup baik. Indonesia adalah surga untuk dakwah, di mana kebebasan untuk dakwah, memakmurkan masjid, dan beribadah.
Sedangkan dalam konteks politik, demokrasi Indonesia selama ini sudah cukup baik. Rakyat diberi ruang untuk memilih pemimpin yang mereka percaya untuk memberikan solusi. Kewenangan ini semua sudah dijamin oleh konstitusi negara.
"Sehingga umat itu paham bahwa mereka punya kewenangan yang dijamin konstitusi dan kewenangan itu bisa menghadirkan solusi yang mereka harapkan," ungkap Hidayat.
BERITA TERKAIT: