Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil konsolidasi menyeluruh dari berbagai instrumen investasi yang tercatat di KSEI, mulai dari saham dan reksa dana hingga surat utang.
“Pencapaian tersebut mencerminkan konsolidasi investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan Efek lainnya yang tercatat di KSEI,” ujar Samsul di Jakarta, dikutip Kamis 1 Januari 2026.
Peningkatan jumlah pemodal tersebar di hampir seluruh lini produk investasi. Saham dan efek lainnya naik 35 persen menjadi 8,59 juta investor. Reksa Dana melesat 37 persen hingga mencapai 19,17 juta investor. Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 18 persen menjadi 1,41 juta investor.
Secara akumulatif, penambahan investor sepanjang 2025 mencapai 5,35 juta orang, sebuah rekor yang hampir dua kali lipat lebih tinggi dari pertumbuhan tahun sebelumnya.
Dari sisi geografis, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan pertumbuhan SID tercepat (50,71 persen), sementara Sulawesi Barat memimpin dalam hal kenaikan nilai aset (132,87 persen).
Demografi pasar modal saat ini didominasi oleh generasi muda, di mana 52,59 persen investor berusia di bawah 30 tahun. Mayoritas adalah laki-laki (66,35 persen) dengan latar belakang pekerjaan sebagai pegawai (66,2 persen).
Dari sisi ekonomi, kelompok berpenghasilan Rp10 juta hingga Rp100 juta per bulan menjadi pilar utama dengan porsi 57,29 persen.
Kemandirian pasar modal nasional juga semakin terlihat dari dominasi investor domestik yang mencapai 99,78 persen. Penguatan ini diikuti dengan total aset yang tersimpan di KSEI yang melonjak 27 persen menjadi Rp10.438 triliun per 24 Desember 2025. Sejalan dengan itu, dana kelolaan reksa dana (AUM) ikut terkerek naik 23 persen menjadi Rp996 triliun.
Menatap tahun 2026, KSEI telah menyiapkan peta jalan strategis yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur digital dan keamanan siber. Pembaruan sistem utama seperti C-BEST, S-INVEST, dan eASY.KSEI menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan pasar.
Samsul menambahkan bahwa KSEI tengah mengkaji infrastruktur International Central Securities Depository (ICSD) Linkage serta pengembangan omnibus settlement guna menyelaraskan proses transaksi dengan standar global.
Guna memperluas jejaring internasional, sepanjang tahun 2025 KSEI juga telah meresmikan kerja sama strategis dengan lembaga kustodian mancanegara.
“KSEI di sepanjang 2025 menambah jejaring kerjasama dengan menandatangani nota kesepahaman bersama National Settlement Depository (NSD) Rusia pada Mei 2025 dan Kazakhstan Central Securities Depository (KCSD) pada September 2025,” pungkas Samsul.
BERITA TERKAIT: