Menjelang Natal, kesibukan persiapan Natal mulai terlihat di Peru. Namun, Natal kali ini diramalkan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena adanya pembatasan Covid-19.
Untuk menghibur hati warga, Sinterklas turun ke jalan. Namun, dia tidak menggunakan kereta luncur, melainkan menumpang mobil pemadam kebakaran.
Selanjutnya, ia naik ke atas truk pemetik ceri dan berkeliling ke jalan-jalan menyapa warga. Selanjutnya truk itu meluncur ke rumah-rumah karantina untuk memberikan keceriaan dan hadiah-hadiah menarik untuk anak-anak yang dirawat karena terinfeksi Covid-19.
“Karena ini adalah area CCovid, Anda tidak dapat masuk secara langsung, tetapi Santa dan pemadam kebakaran memberikan solusi,†kata Juan Oriundo, direktur Desa Pan American di ibu kota Peru, Lima, seperti dikutip Reuters.
"Solusinya adalah dengan menggunakan pemetik ceri sehingga mereka bisa mendekati jendela dan memberi anak-anak hadiah kecil. Dengan begitu mereka bisa merasakan kemeriahan Natal yang mungkin tidak akan mereka dapatkan di rumah pada tanggal 24 (Desember),†lanjitnya lagi.
Saat Santa mendekati jendela dengan truk derek hidrolik di atas mobil pemadam kebakaran, para petugas kesehatan bersorak dan bergembira. Sebagian malah terlihat bernyanyi dan menari-nari.
Pria yang menggunakan pakaian Sinterklas, Paul Suarez, merasa sangat gembira bisa berperan dalam Natal tahun ini.
"Yang paling penting adalah cinta yang Anda dapatkan," katanya penuh haru.
Ia kemudian menggambarkan, saat menerima ucapan terima kasih seperti, "Aku mencintaimu Sinterklas", ia bagai mendengar sebuah keajaiban.
"Saya bukan ayah atau ibu mereka. Tetapi saya bisa bertemu mereka untuk memberikan kebahagiaan walaupun saya bukanlah keluarga mereka," katanya.
BERITA TERKAIT: