"Setiap diplomat Rusia yang bekerja di Amerika Serikat menghadapi ancaman tertentu, sehingga tak satu pun diplomat yang merasa terlindungi dari kemungkinan pengusiran AS yang tidak dapat diprediksi," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip dari
TASS.
Komentar Polyansky muncul setelah beberapa diplomat Rusia diusir dari AS pekan lalu.
Kondisi 'terancam' yang dirasakan para diplomat menandai bahwa situasi tersebut tidak bisa disebut normal.
"Kita harus menghilangkan semua hambatan ini, kita harus kembali ke fungsi normal misi diplomatik kita," tambahnya.
Ia juga mengomentari penyitaan properti para diplomat oleh AS. Menurutnya, itu adalah masalah yang kompleks dan harus diselesaikan sebelum berbicara soal kebangkitan hubungan antara Rusia dan AS.
Pekan lalu, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov mengatakan bahwa sebanyak 27 diplomat Rusia dan keluarga mereka harus meninggalkan Amerika Serikat pada 30 Januari 2022 dan 27 diplomat lainnya, harus menyusul pulang pada 30 Juni 2020 karena visa mereka tidak diperpanjang oleh pihak AS.
Dia menambahkan bahwa masalah penerbitan visa untuk diplomat Rusia masih belum terpecahkan, dan mereka sengaja dipisahkan dari keluarga mereka.
AS bersikeras bahwa kepergian 54 diplomat Rusia dari AS pada 2022 tidak dapat ditafsirkan sebagai pengusiran atau tindakan hukuman dan mereka berjanji akan mendiskusikan masalah tersebut segera.
Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jalina Porter mengatakan, AS mengajukan tuntutan yang sama kepada diplomat Rusia seperti halnya tuntutan Rusia kepada diplomat AS.
BERITA TERKAIT: