Kepala Biro TV Al Jazeera Ditangkap Aparat Keamanan Sudan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 15 November 2021, 06:32 WIB
Kepala Biro TV Al Jazeera Ditangkap Aparat Keamanan Sudan
Aksi protes di Sudan, Minggu 14 Novembet 2021/Net
rmol news logo Serangan dan intimidasi terhadap media kembali terjadi di Sudan, kali ini kepala biro TV Al Jazeera, Al-Musalami al-Kabbashi yang jadi sasaran. Ia dilaporkan ditangkap pasukan keamanan negara yang dilanda kudeta itu sehari setelah terjadi tindakan keras terbaru terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta yang menewaskan sedikitnya enam orang.
Laporan tersebut dikonfirmasi jaringan yang berbasis di Qatar itu lewat akun Twitternya pada Minggu (14/11).

"Pasukan keamanan menggerebek rumah Al-Musalami al-Kabbashi, kepala biro Al Jazeera di Sudan, dan menahannya," kata Al Jazeera di Twitter tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip dari AFP.

Outlet media lain selain Al Jazeera juga menjadi sasaran sejak kudeta, ketika jenderal tinggi Abdel Fattah al-Burhan menyatakan keadaan darurat, menahan kepemimpinan sipil dan mencopot pemerintahan yang dilantik setelah penggulingan militer presiden otokratis Omar al-Bashir April 2019 oleh militer.

Burhan, kepala negara de facto sejak Bashir jatuh, telah memecat kepala televisi pemerintah Sudan, Luqman Ahmed, seorang veteran pendukung pemerintahan sipil. Kepala kantor berita resmi SUNA juga dipecat setelah tentara merebut tempat itu dan memaksa wartawan keluar.

Siaran di beberapa saluran radio swasta juga telah ditangguhkan, menurut wartawan yang bekerja di sana.

Kudeta telah memicu kecaman global yang luas dan tindakan hukuman oleh negara-negara Barat dan Bank Dunia.  

Menjelang demonstrasi terbaru, PBB meminta pasukan keamanan untuk menahan diri, di negara di mana lebih dari 250 orang telah tewas dalam protes massal yang mengarah ke penggulingan Bashir.

Sejak kudeta, 21 lainnya tewas dalam demonstrasi, menurut serikat pekerja medis independen. Serikat pekerja mengatakan angka itu termasuk enam orang lagi yang meninggal pada Sabtu.

“Lima ditembak mati sementara satu meninggal karena mati lemas oleh gas air mata,” kata petugas medis. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA