Pada Senin (28/6), AS dan Ukraina mulai memimpin latihan "Sea Breeze" selama dua pekan. Latihan itu melibatkan 32 negara, menjadi terbesar sejak 1997.
Latihan itu melibatkan lebih dari 5.000 tentara, 32 kapal, dan 40 pesawat untuk 18 operasi khusus. Latihan juga difokuskan pada perang amfibi, operasi menyelam, pertahanan udara, dan perang anti-kapal selam.
Latihan itu menyusul insiden pekan lalu ketika Moskow mengatakan angkatan lautnya melepaskan tembakan peringatan untuk mengejar kapal perang Inggris di perairan Laut Hitam di lepas pantai Krimea.
Rusia mengatakan kapal angkatan laut Inggris melanggar perairan teritorialnya, sementara Inggris mengatakan kapal itu berlayar melalui perairan teritorial Ukraina sesuai dengan hukum internasional.
Menanggapi latihan tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan tindakan balasan.
"Armada Laut Hitam Rusia sedang melakukan seperangkat tindakan untuk mengendalikan tindakan kapal-kapal angkatan laut bersatu NATO dan negara-negara lain yang berpartisipasi dalam latihan Sea Breeze 2021," kata Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip
Anadolu Agency.
Rusia mencaplok Semenanjung Krimea pada tahun 2014. Majelis Umum PBB hingga AS menolak klaim tersebut.
BERITA TERKAIT: