Dikutip dari Associated Press, dalam sidang singkat itu, Maduro dengan tegas membantah seluruh tuduhan perdagangan narkoba yang dialamatkan kepadanya.
Mengenakan seragam tahanan biru, Maduro menyebut penangkapannya tidak sah dan menegaskan dirinya tidak bersalah. “Saya tidak bersalah. Saya bukan orang jahat. Saya orang baik, presiden negara saya,” ujarnya dalam bahasa Spanyol, sebelum pernyataannya dipotong oleh hakim.
Istrinya, Cilia Flores, turut hadir dan memperkenalkan diri sebagai “Ibu Negara Republik Venezuela.”
Melalui penerjemah, ia juga menyatakan tidak bersalah. Pengacara mengungkapkan Flores mengalami cedera serius saat penangkapan, sehingga hakim memerintahkan jaksa memastikan ia mendapat perawatan medis dan sidang diakhiri lebih cepat.
Tim kuasa hukum Maduro menegaskan kliennya masih berstatus kepala negara berdaulat dan berhak atas kekebalan hukum, sekaligus mempertanyakan legalitas operasi militer AS. Namun, Washington menyatakan tidak lagi mengakui Maduro sebagai presiden sah Venezuela setelah pemilu 2024 yang kontroversial.
Jaksa AS menuduh Maduro dan lingkarannya bekerja sama dengan kartel narkoba untuk menyelundupkan ribuan ton kokain ke AS, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.
Sidang lanjutan dijadwalkan pada 17 Maret dan diperkirakan akan membuka pertarungan hukum yang panjang soal kewenangan AS mengadili mantan pemimpin negara asing.
BERITA TERKAIT: