Sembari mengenakan masker, warga Vietnam pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Minggu (23/5). Hampir 69,2 juta pemilih yang terdaftar memilih 500 anggota dewan di tingkat provinsi dan kabupaten.
Dikutip dari
Reuters, lebih sedikit kandidat independen yang mencalonkan diri untuk Majelis Nasional saat ini, terlepas dari meningkatnya keterbukaan di sana.
"Saya berharap semua pemilih, mengetahui peran mereka sebagai pemilik negara, akan bergabung dalam pemungutan suara untuk memilih kandidat yang paling tepercaya dan layak untuk mewakili suara mereka," kata ketua Majelis Nasional Vuong Dinh Hue menjelang pemilihan.
Sekitar 92 persen calon Majelis Nasional adalah anggota Partai Komunis, yang pada dasarnya juga memeriksa calon independen.
Jumlah calon yang bukan anggota partai turun dari 97 pada 2016, menjadi 74 pada tahun ini. Media lokal mengatakan jumlah wakil majelis yang bukan anggota partai berkurang setengahnya selama tiga pemilihan terakhir.
Data resmi menunjukkan bahwa 99 persen dari 67,5 juta pemilih terdaftar di Vietnam berpartisipasi dalam pemilu 2016. Surat suara itu tidak diberikan identitas. Tetapi nama, usia, pekerjaan, etnis, dan alamat setiap pemilih diunggah di luar pusat pemungutan suara.
Di distrik Long Bien Hanoi, sekitar 30 pemilih terlihat mengantri di bilik suara menunggu giliran, semuanya mengenakan masker.
Sebelum antri, mereka diukur suhu tubuh dan diberikan pembersih tangan. Petuga juga tidak bosan-bosannya mengingatkan melalui pengeras suara terkait aturan jaga jarak yang aman.
“Saya memilih hari ini karena tanggung jawab saya untuk melakukannya,†kata seorang pemilih lanjut usia yang tidak ingin disebutkan namanya.
BERITA TERKAIT: