Mengutip sejumlah sumber,
Axiosmelaporkan, para pejabat dan ahli telah memberikan peringatan pertama kepada pemerintahan Biden pada akhir April. Mereka menyebut penundaan pemilu legislatif Palestina dan pengusiran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah akan berimbas pada eskalasi konflik yang lebih besar.
Namun Gedung Putih tidak menanggapi peringatan tersebut dengan serius lantaran isu Israel dan Palestina bukan menjadi prioritas utama ketika itu.
Eskalasi antara Israel dan Palestina terjadi pada 10 Mei, setelah Israel mengusir paksa beberapa keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dan menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan jemaah Palestina di Masjid Al Aqsa.
Situasi memburuk dengan serangan udara antara Israel dan Hamas selama 11 hari berturut-turut, hingga gencatan senjata diberlakukan pada 21 Mei.
Di Jalur Gaza, serangan Israel menewaskan 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak. Sementara serangan Hamas membuat 12 warga Israel, termasuk dua anak-anak meninggal.
BERITA TERKAIT: