Seperti ribuan warga Prancis yang berkumpul di Paris dan kota-kota lainnya pada Sabtu (22/5) untuk memberikan dukungan mereka kepada Palestina usai dibombardir serangan Israel selama 11 hari.
Dikutip dari
AFP, sekitar 4.000 orang diperkirakan menghadiri aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh Asosiasi Solidaritas Palestina Prancis itu.
Mereka menyerukan berbagai slogan, seperti "Palestina akan hidup, Palestina akan menang", "Israel pembunuh, kaki tangan Macron", hingga "Kami semua orang Palestina".
"Gencatan senjata tidak menyelesaikan pertanyaan. Pertarungan ini menyangkut semua orang yang terikat pada nilai-nilai keadilan, martabat dan hukum," kata presiden Asosiasi Solidaritas Palestina Prancis Bertrand Heilbronn.
Aksi protes juga digelar di kota Strasbourg di Prancis timur, Lille utara, Toulouse, dan Montpellier di selatan.
"Warga Palestina memiliki hak untuk hidup damai dan bernegara. Israel telah merampas hak dan rumah kami. Saya orang Palestina tetapi saya tidak lagi memiliki hak untuk pergi ke sana, keluarga saya telah kehilangan segalanya," kata Imad Deaibis di Strasbourg.
Israel dan Hamas sendiri telah mencapai gencatan senjata yang diberlakukan sejak Jumat (21/5). Meski begitu, aparat keamanan Israel dilaporkan menggunakan kekerasan terhadap warga Palestina ketika mereka melakukan aksi unjuk rasa di kompleks Masjid Al Aqsa pada hari yang sama.
"Sekalipun pemboman telah berakhir, penjajah masih di sana. Penduduk Sheikh Jarrah masih menghadapi ancaman pengusiran dan Jalur Gaza diblokade," kata Wael, seorang demonstran berusia 28 tahun dengan bendera Palestina digantung di sekeliling bahunya.
BERITA TERKAIT: