Dalam pernyataan yang dikutip
Sputnik pada Selasa (18/5), L'Unione Sindacale di Base (USB) mengatakan telah menerima informasi bahwa kapal kargo berbendera Singapura, Asiatic Island, sedang mengangkut kontainer berisi senjata dan bahan peledak yang ditujukan ke Pelabuhan Ashdod, Israel.
"Senjata dan bahan peledak (tersebut) akan digunakan untuk membunuh penduduk Palestina yang sudah dilanda serangan hebat malam ini, yang menyebabkan ratusan korban di antara penduduk sipil termasuk anak-anak," ujar mereka.
Informasi tersebut mereka dapatkan dari Autonomous Port Workers Collective of Genoa dan The Weapon Watch, pengawas berbasis Genoa yang fokusnya adalah transit senjata di pelabuhan Eropa dan Mediterania.
"Kami telah mengirimkan laporan mendesak ke Otoritas Pelabuhan, Kantor Master Pelabuhan dan Occupational Medicine ASL sehingga mereka dapat segera melakukan pemeriksaan yang sesuai," lanjut USB.
“Pekerjaan itu penting, terutama di saat-saat ini, tetapi ini tidak dapat membuat kita menutup mata, atau lebih buruk lagi, membuat kita terlibat dalam pembantaian penduduk sipil yang berkelanjutan," tambah mereka.
Setelah pernyataan tersebut, muncul laporan yang merinci bahwa pengiriman senjata kemudian dimuat di kota pelabuhan Napoli di Italia selatan.
Namun, serikat pekerja SI Cobas mengambil keputusan yang sama, menolak untuk ambil bagian dari kiriman senjata tersebut.
“Kami mengecam keterlibatan pemerintah Italia dan hampir semua pasukan parlementer dengan agresi Israel. Kami mencela persetujuan diam-diam negara Italia atas transit persenjataan perang Israel melalui pelabuhan kami," ujar SI Cobas dalam pernyataannya.
"Tangan kami tidak akan berlumuran darah untuk mendukung perangmu," tegas mereka.
Menurut
Channel 12, pejabat Israel saat ini berupaya untuk mempercepat kiriman. Israel menuding serikat pekerja telah melakukan perang ekonomi dengan keputusan tersebut.
BERITA TERKAIT: