Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam wawancaranya di saluran televisi Belarus 1, pada Rabu (21/4).
"Bersama-sama dan secara terpisah, kami -Belarusia dan Rusia- sering menjadi target dan objek serangan negara lain. Kami hanya perlu membiasakan diri untuk hidup dalam kondisi ancaman eksternal yang bermusuhan dan tidak bersahabat," kata Peskov, menekankan bahwa dua negara ini sangat rentan terhadap segala serangan luar.
Kerentanan itu yang juga dimanfaatkan negara lain untuk meningkatkan ancamannya, menurut Peskov.
Juru bicara Kremlin menunjukkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah memusatkan perhatiannya pada situasi di Belarus dalam Pidato Kenegaraan tahunannya kepada parlemen Rusia pada hari Rabu, seperti dikutip dari
Tass, Kamis (22/4).
Peskov menjelaskan bahwa presiden memutuskan untuk mendemonstrasikan bagaimana negara lain dapat menunjukkan kebijakan permusuhan mereka.
"Baik Belarusia dan negara kami, bersama dengan banyak negara lain di dunia, menghadapi kebijakan yang bermusuhan ini. Tetapi hanya sedikit negara yang mampu menangkis manifestasi seperti itu," tambah juru bicara Kremlin itu.
BERITA TERKAIT: