Dikutip dari kantor berita
Xinhua pada Senin (22/3), puluhan bangkai babi itu ditemukan di aliran Sungai Kuning yang terletak di Mongolia Dalam, beberapa di antaranya sudah membusuk.
Penemuan puluhan bangkai babi ini terjadi ketika China telah dinyatakan pulih dari wabah demam babi Afrika.
Pada 2018, demam babi Afrika terjadi di China dan membuat hampir separuh hasil produksi daging babi di China hancur.
Pada 2013, ribuan babi mati ditemukan di sungai Huangpu Shanghai, beberapa di antaranya dilaporkan terinfeksi penyakit porcine circovirus yang mengancam pasokan air di kawasan itu.
Setahun kemudian, pihak berwenang menarik lebih dari 100 babi mati dari Sungai Ganjiang di kota Nanchang.
Kekhawatiran atas keamanan pangan dan kenaikan biaya produksi daging babi telah mempercepat penutupan peternakan babi kecil demi fasilitas yang lebih besar dan lebih efisien.
BERITA TERKAIT: