Polisi Bangkok Tangkap Tiga Peserta Aksi Demo Kudeta Myanmar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 02 Februari 2021, 12:48 WIB
Polisi Bangkok Tangkap Tiga Peserta Aksi Demo Kudeta Myanmar
Aksi demo kudeta Myanmar di depan Kedutaan Myanmar di Bangkok/Net
Kecil Besar
rmol news logo Tiga pemuda ditangkap dalam aksi unjuk rasa di luar kedutaan Myanmar, pada Senin (1/2) waktu setempat. Tiga pemuda itu bergabung dengan kelompok pekerja migran di Thailand dan para aktivis Thailand-Burma yang melakukan protes di depan kedutaan Myanmar di Bangkok.
HUT RMOL news

Puluhan polisi anti huru hara berusaha membubarkan protes. Seorang juru bicara polisi mengatakan beberapa orang ditahan untuk diinterogasi setelah pengunjuk rasa Thailand melemparkan batu dan bom asap berwarna.

Biro Kepolisian Metropolitan pada hari Selasa mengidentifikasi mereka sebagai Wichapat Srikasipan (21), Pannapat Chantanangkul (20) dan Kiatisak Panrenu (20).

"Ketiga pria tersebut diinterogasi dan didakwa di kantor polisi Yannawa. Demonstran lainnya juga akan dituntut," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari Bangkok Post, Selasa (2/2).

Polisi mengatakan, ketiganya ditangkap saat para demonstran melempari petugas yang sedang berusaha untuk mengakhiri demonstrasi.

Ketiga tersangka didakwa dengan pasal pelanggaran protokol kesehatan, karena mengorganisir kerumunan di tengah aturan ketat pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Para pengunjuk rasa, yang mulai berkumpul sekitar pukul 15.30, memberikan pidato dalam bahasa Thailand dan Burma, menentang kudeta Myanmar.

Polisi telah memerintahkan pengunjuk rasa untuk bubar sekitar jam 4 sore, namun para penunjuk rasa tetap tidak bergerak dan melebihi jangka waktu yang disepakati yaitu 30 menit, di tengah pembatasan aturan Covid-19.

Mengutip AFP, Senin (1/2), Perdana Menteri Thailand - mantan panglima militer yang merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2014 - hingga saat ini belum memberikan komentar publik tentang kudeta tetangganya, Myanmar.  

Sementara, orang nomor dua, Prawit Wongsuwan, mengatakan masalah itu adalah 'urusan rumah tangga' Myanmar.

Ada lebih dari satu juta pekerja migran Myanmar di Thailand, menurut angka resmi, tetapi jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA