Terlebih, pernyataan itu dilontarkan Budi Arie di samping mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Saya kita agak kaget ada sekelas Pak Budi Arie yang di samping Pak Jokowi yang mengatakan bahwa pergantian pemerintahan itu tidak lima tahun gitu,” ungkap Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kendati demikian, Doli bersyukur pada akhirnya mantan Menkominfo era Jokowi itu mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang kontroversial tersebut.
“Syukur hari ini beliau ada klarifikasi, ya. Karena kalau tidak, ini bisa berkembang ke mana-mana dan bisa wajar saja orang menafsirkannya secara politik, ya,” kata Legislator Golkar ini.
Jika tidak diklarifikasi, Doli berpandangan bahwa publik akan menafsirkan secara liar karena berbicara mengenai percepatan pemilu yang mana sudah ada aturan bakunya bahwa Pemilu Presiden dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
“Dan tafsir politiknya bisa ke mana-mana, bisa bicara sampai tentang kudeta gitu ya, bisa tentang soal adanya makar, bisa juga ditafsirkan adanya pengkhianatan terhadap konstitusi dan seterusnya gitu. Nah saya khawatir kalau tidak tidak segera diklarifikasi, jangan salahkan juga kalau kemudian orang bisa menafsirkan yang sampai hal-hal yang sengeri itu gitu ya,” tegasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial Ketum Projo Budi Arie Setiadi berbicara mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029.
Pernyataan Budi Arie yang menyinggung kesiapan pendukung mantan Presiden Joko Widodo menghadapi skenario pergantian Presiden Prabowo Subianto sebelum 2029 itu pun menuai spekulasi politik.
Teranyar, Budi Arie pun meminta maaf atas pernyataannya mengenai kemungkinan adanya “percepatan” sebelum Pemilu 2029 yang memicu polemik dan spekulasi di tengah publik.
Lewat video klarifikasi yang diunggah lewat akun Instagram miliknya, Rabu, 26 Agustus 2026, Budi Arie menegaskan pernyataan tersebut merupakan pandangan dan analisis pribadinya, bukan mewakili sikap organisasi maupun pihak tertentu.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu atau tidak nyaman dengan pernyataannya yang sebelumnya disampaikan dalam sebuah pertemuan di Jakarta.
“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” ujar Budi Arie.
BERITA TERKAIT: