Selain permintaan maaf, penerbit itu juga memberikan ganti rugi sebagai 'kerusakan substansial' dan mengakui bahwa apa yang ditulisnya dalam artikelnya tentang Harry adalah tidak benar.
CBS melaporkan pada Senin (1/2) bahwa Harry menggugat Surat Kabar Asosiasi karena pencemaran nama baik atas dua artikel yang diterbitkan pada bulan Oktober lalu yang mengklaim bahwa dia telah menghina Marinir Kerajaan setelah mengundurkan diri sebagai anggota kerajaan senior.
Di dalam artikel itu disebutkan bahwa sejak mundur dari Marinir, Harry tidak memiliki hubungan yang baik dengan pasukan.
Pada sidang Pengadilan Tinggi jarak jauh pada Senin (1/2), pengacara Pangeran Harry, Pengacara Jenny Afia, mengatakan Surat Kabar itu telah mengakui semua kesalahannya setelah apa yang dilakukannya menimbulkan kerugian dalam kehidupan Duke.
Kedua artikel, yang diterbitkan pada 25 Oktober, mengklaim bahwa para pejabat di militer merasa jengkel dan sedang mempertimbangkan untuk menggantikan Harry sebagai Kapten Jenderal Angkatan Laut Kerajaan. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan bahwa Pangeran Harry nyaris tidak pernah berhubungan melalui telepon, surat atau email sejak penampilan terakhirnya sebagai Marinir kehormatan.
Pangeran Harry telah bertugas selama satu dekade di ketentaraan Inggris, pengacaranya mengatakan artikel tersebut telah mencoreng nama baik duke atas pernyataan palsunya, menyebabkan kerusakan besar pada reputasi dan kredibilitasnya dengan para veteran.
"Artikel-artikel itu tidak hanya merupakan serangan pribadi terhadap karakter Duke tetapi juga secara keliru mempertanyakan pengabdiannya kepada negara ini," kata Afia.
Afia mengatakan Harry sendiri justru merasa bangga telah bertugas di angkatan bersenjata Inggris selama 10 tahun. Harry akan terus menjaga hubungan baiknya dengan pasukan.
Untuk 'uang ganti rugi' Harry akan memberikannya ke Invictus Games Foundation, sebuah badan amal untuk prajurit dan wanita yang terluka atau sakit yang dia dirikan.
BERITA TERKAIT: