Chief Executive Officer (CEO) J&T Express, Robin Lo mengatakan, peningkatan volume tersebut diikuti dengan penguatan jaringan operasional dan pemanfaatan teknologi untuk menjaga efisiensi.
"Teknologi bagi kami bukan sekadar investasi, tetapi cara untuk memastikan pertumbuhan volume dapat diikuti oleh efisiensi dan konsistensi layanan," kata Robin Lo dalam
Media Gathering di Jakarta, pada Rabu 26 Agustus 2026.
Pertumbuhan perusahaan juga berlangsung di tengah peningkatan aktivitas sektor transportasi dan pergudangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor tersebut tumbuh 8,04 persen secara tahunan pada kuartal I-2026.
Menurutnya, perkembangan volume pengiriman perlu diimbangi dengan kapasitas operasional agar tidak berujung pada penurunan kualitas maupun peningkatan biaya logistik.
Untuk itu, J&T Express mengoperasikan sistem penyortiran otomatis (Automatic Sorting System) di 19 pusat sortir. Sistem tersebut diklaim mampu mempercepat proses penyortiran hingga empat kali lipat dibandingkan proses manual.
Perusahaan juga menempatkan lebih dari 1.000 mesin sortir otomatis di 500 Drop Center. Penggunaan mesin tersebut disebut dapat mempercepat proses sortir hingga tiga kali lipat.
Selain otomasi, J&T Express memanfaatkan
Artificial Intelligence (AI) dan analitik data untuk menentukan rute pengiriman serta memantau kegiatan operasional secara real-time.
Dari sisi sumber daya manusia, J&T Express menerapkan program "Kurir Bintang 5" sebagai bagian dari evaluasi kinerja kurir.
Penilaian mencakup tingkat kehadiran, kecepatan pengambilan barang (pick up), ketepatan pengiriman (delivery), hingga pemahaman terhadap prosedur operasional.
Brand Manager J&T Express, Herline Septia mengatakan, peningkatan kualitas layanan menjadi salah satu fokus perusahaan di tengah pertumbuhan volume pengiriman.
"Bagi kami, menjadi dekat berarti memahami pelanggan, mendengarkan mereka, dan terus memberikan pengalaman yang lebih baik," kata Herline.
Di luar penguatan bisnis, J&T Express juga menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui "Jawara Lokal J&T Express" yang bekerja sama dengan Kementerian UMKM RI.
Program tersebut mencakup bantuan permodalan Rp15 juta, subsidi ongkos kirim hingga 30 persen, serta fasilitas promosi bagi pelaku usaha terpilih.
Program yang dimulai dari Sulawesi Selatan itu selanjutnya akan diperluas ke empat provinsi lainnya.
Sementara di bidang lingkungan, perusahaan menjalankan J&T
Sustainability Impact Program (J&T SIP) dengan mendaur ulang sekitar 146 kilogram limbah tekstil menjadi produk baru melalui proses upcycling.
Program tersebut diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,25 ton CO?e, atau setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh 5.000 kilometer.
Memasuki usia ke-11, perusahaan juga menggelar sejumlah program apresiasi pelanggan sepanjang 13-23 Agustus 2026, termasuk diskon ongkos kirim, Poinversary Deals, dan J&T Brand Week.
BERITA TERKAIT: