Kuasa Usaha Iran untuk PBB Eshagh Al-Habib mengatakan tindakan AS di Teluk yang digambarkan sebagai "petualangan militer" telah bertentangan dengan tujuan dan prinsip PBB, serta menciptakan destabilisasi kawasan.
"Dewan Keamanan PBB diharapkan memaksa AS untuk mematuhi prinsip dan aturan hukum internasional, serta menghentikan tindakan yang melanggar hukum ini," kata Al-Habib dalam sebuah surat, seperti dikutip
Sputnik, Jumat (1/1).
"Demikian pula, masyarakat internasional harus menuntut agar AS mengakhiri tindakan destabilisasi di kawasan yang bergejolak seperti Teluk Persia," lanjutnya.
Al-Habib menekankan, Teheran tidak mencari konflik, tetapi Washington lah yang memperburuk kawasan yang sudah tegang di Timur Tengah.
Surat Al-Habib ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan kepala Dewan Keamanan, Jerry Matjila. Surat itu tertanggal 31 Desember 2020.
Lewat unggahan di akun Twitter-nya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump mencari dalih untuk menyerang Iran, dengan mengerahkan militer ke kawasan.
"Alih-alih memerangi Covid di AS, Donald Trump dan kelompoknya membuang miliaran dolar untuk menerbangkan B52 dan mengirim armada ke wilayah KAMI. Intelijen kami di Irak menunjukkan adanya rencana untuk MEMANFAATKAN dalih perang," cuit Zarif.
Dalam beberapa waktu terakhir, AS telah mengerahkan dua pengebom B-52 berkemampuan nuklir ke Timur Tengah dengan alasan sebagai upaya preventif mempertahankan diri dari serangan Iran.
Selain itu, Pentagon mengumumkan, kapal induk USS Nimitz yang berada di lepas pantai Somalia akan kembali ke pangkalannya.
BERITA TERKAIT: