Menurut keterangan lima orang sumber, termasuk tiga pejabat AS, pada Kamis (10/12), sanksi itu akan menargetkan industri pertahanan Turki yang dikepalai oleh Ismail Demir.
Dua sumber menyebut Presiden Donald Trump telah memberikan lampu hijau bagi para pembantunya untuk menerapkan sanksi tersebut.
Dilaporkan
Reuters, Lira Turki langsung melemah 1,4 persen setelah laporan tersebut muncul.
Seorang pejabat senior Turki mengatakan, sanksi akan menjadi bumerang bagi Washington dan merusak hubungan kedua anggota NATO itu.
"Sanksi tidak akan membuahkan hasil tetapi menjadi kontraproduktif. Mereka akan merusak hubungan," ujar pejabat tersebut.
"Turki mendukung penyelesaian masalah ini dengan diplomasi dan negosiasi. Kami tidak akan menerima pemaksaan sepihak," lanjutnya.
Sanksi yang diberikan AS juga tampaknya menjadi peringatan bagi negara lain yang berniat untuk membeli peralatan militer Rusia.
Pada Juli 2019, pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima pengiriman S-400 meski telah mendapatkan peringatan dari AS. Washington sendiri telah mengumumkan akan menghapus Turki dari program jet tempur F-35 atas keputusannya itu.
BERITA TERKAIT: