Berbicara di Gedung Putih pada Senin waktu setempat, 6 April 2026, Trump mengaku menerima berbagai aspirasi yang disebut berasal dari warga Iran.
Menurut penuturan Trump, rakyat Teheran bersedia menanggung penderitaan demi perubahan.
“Mereka rela menderita demi kebebasan… kami telah menerima banyak pesan yang dicegat: ‘Tolong teruskan pengeboman’ – bom yang dijatuhkan di dekat rumah mereka. ‘Tolong teruskan pengeboman. Lakukanlah’," ujarnya, seperti dikutip dari
SCMP.
Di saat yang sama, Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Teheran. Ia menyebut AS memiliki kemampuan untuk menghancurkan infrastruktur utama Iran hanya dalam waktu singkat jika kesepakatan tidak tercapai sebelum tenggat waktu Selasa, 7 April 2026.
“Penghancuran total pada pukul 12 siang… dalam jangka waktu empat jam, jika kami mau,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa opsi tersebut tidak diinginkan jika jalur diplomasi berhasil.
Trump menegaskan bahwa kesepakatan yang diharapkan Washington harus mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global.
“Kita perlu mencapai kesepakatan yang dapat saya terima, dan itu termasuk lalu lintas bebas di Selat Hormuz,” tegasnya.
BERITA TERKAIT: